Posted by : NotSerious CH Jumat, 07 Februari 2014

Siapa pun memimpikan kehidupan pernikahan yang langgeng, bisa menjalani masa depan bersama pasangan dan mewujudkan mimpi-mimpi berdua. Namun, impian itu rasanya terlalu muluk bagi Charlotte dan Chris Clark.

Membaca kisah ini, kami teringat dengan drama romantis Landon dan Jamie dalam A Walk to Remember. Film yang diangkat dari novel laris Nicholas Sparks ini benar-benar terjadi dalam kisah cinta Charlotte (30) dan Clark (41).
Akhir September tahun lalu, Clark divonis menderita kanker pankreas yang langka, bahkan sel kanker itu sudah menyebar hingga ke perut sehingga mustahil disembuhkan. Beberapa saat setelah menerima kabar mengejutkan itu, Clark pun langsung melamar Charlotte, dan diterima perempuan yang sudah mendampinginya selama enam tahun itu, tanpa pikir panjang. Landon juga melamar Jamie yang positif mengidap leukimia! Remember it?
“Kami memang akan bertunangan, satu-satunya yang selama ini menjadi pertanyaan adalah kapan,” ungkap Charlotte. Pernikahan pun segera dipersiapkan, dan hanya butuh waktu 10 hari sampai keduanya bisa berdiri di pelaminan untuk mengukuhkan janji setia mereka. Beruntung, sebelum Clark divonis penyakit mematikan itu, Charlotte sudah membayangkan bakal seperti apa pernikahan impiannya. Dia juga sempat iseng membuat scrapbook yang berisi detail persiapan hari bahagia itu. “Persiapan yang telah kulakukan bagaikan kiriman Tuhan, yang membuat segalanya jadi lebih mudah,” ceritanya.
Clark divonis hanya akan bertahan hidup beberapa bulan saja. Kenyataan pahit itulah yang membuatnya kemudian segera melamar Charlotte. Bukannya mundur, Charlotte pun tetap setia mendampingi Clark dan dengan tulus menerima pinangannya, walaupun keduanya sama-sama tahu waktu mereka untuk menikmati saat-saat indah itu tak panjang. Tepatnya 6 Oktober 2012 Clark dan Charlotte resmi menikah di sebuah gereja di Warwickshire. Pernikahan sederhana yang dihadiri sekitar 100 tamu undangan itu pun berlangsung sesuai dengan impian Charlotte. Bulan madu Charlotte dan Clark pun tak biasa. Kalau pasangan lain beromantis ria, Charlotte justru setia mendampingi Clark menjalani kemoterapi. Mungkin inilah yang dinamai keajaiban cinta. Hingga hari ini, Clark bisa bertahan hidup, jauh melebihi waktu yang diperkirakan dokter. Sebagai wujud syukurnya, 30 Juni nanti Charlotte akan ikut meramaikan “Race for Life 5 km or 10 km”, sebuah acara pengumpulan dana untuk pusat penelitian kanker di Inggris. “Kami menghitung berkat yang kami dapat tiap hari. Kami pikir bisa saja 10 kali lebih buruk, tapi Clark merasa cukup baik sekarang. Dia inspirasiku,” ujar Charlotte. “Dan aku bangga sekali kepadanya. Dia perempuan terbaik untukku,” Clark membalas pujian sang istri.
Kini, tak peduli sampai kapan Clark mampu bertahan. Sebulan, setahun, berpuluh tahun lagi. Atau, sampai berapa lama lagi mereka bisa terus mengukir kisah romantis berdua. The point is, meminjam quote Richard Bach, true love stories never have endings. Kisah cinta sejati akan abadi, dan akan terus menginspirasi kita untuk tak hanya berjuang mendapatkan cinta, tapi juga menjaganya. Tanpa pamrih.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

- Copyright © Akhmad Ghifari Blog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -